🌾Psychology says:
Tanda Mental Dewasa pada manusia
🌾🌾🌾🌾🌾
Umur bukan lagi indikator dalam menilai kedewasaan mental seseorang. Banyak dari kita dengan umur yang cukup, namun masih terjebak dalam mental anak kecil.
Kamu bisa menilai tingkat kedewasaanmu dengan perpektif psikologi, let's ee it!
1. Kamu tidak lagi tertarik pada pembicaraan 'sederhana'.
Melihat umur kita yang sekarang, kayanya bukan lagi jamannya untuk membicarakan aib orang, memusingkan diri dalam perdebatan gak kunjung selesai, atau cuap-cuap ga berfaedah, mengingat dunia kita sekarang punya banyaakk persoalan yang harus di diskusikan oleh kita,iya kita para generasi muda, yang katanya pemegang arah bangsa. Jadi mulailah hidupkan diskusi-diskusi tentang palestina, kabar planet kita, masalah sosial di Indonesia, dan apa yang sedang direncanakan dunia. Jangan mau mata kita ditutup dengan penetrasi barat melalui film, musik, hiburan yang membuat kita berpikir bahwa dunia kita baik-baik saja. Hey ayo buka mata kita dan lihatlah, apa kabar dunia saat ini?
2. Kamu banyak memaafkan.
Yash, hanya orang-orang yang berhati besar x lebar = lempeng, yang mampu memaafkan saudaranya ketika salah. Kita semua pernah salah dan itu hal wajar, karena kita sedang belajar dan berkembang. So, common' buka hatimu untuk lebih banyak memaafkan, biarkan hati dan pikiran mu bebas karena tidak ada benci dan dendam yang tertanam didalamnya, ini tidak mudah tapi bukan berarti kamu tidak bisa, ayo jadikan bumi sedikit lebih layak huni, karena terisi orang-orang yang berhati besar, seperti kamu. Iya kamu.
3. Kamu lebih berpikir terbuka.
Kamu berpikir terbuka karena kamu tau bahwa dunia hanyalah permainan perspektif, maka milikilah banyak perspektif. Jika kamu mendapat suatu masalah negatif dan kamu memutuskan untuk melihatnya lewat perspektif positif, kamu hanya menyerap energi positifnya, yakinilah kamu akan menang. Kamu akan menjadi manusia yang paling bahagia di bumi.
4. Kamu tidak memaksakan cinta.
Karena kamu paham, bahwa cinta sebenarnya adalah melihat orang yang kita cintai bahagia, bukan memaksakan ia untuk mencintai diri kita, yang tentu tidak membuatnya nyaman dan bahagia.
Terbarkanlah cinta positif di muka bumi ini, karena saat ini bumi, kekuragan cinta.
5. Kamu menerima perasaan sakit hati.
Kamu mulai mengerti bahwa, kuat nya kamu sekarang adalah karena rasa sakit yang pernah datang, rasa sakit bukanlah hal yang buruk dan harus dihindari, karena ia adalah rasa yang membanggakan.
6. Kamu tidak mudah menjudge.
Saat dewasa kamu mulai paham bahwa dunia ini berisi sebab-akibat. Kamu pernah merasakan sakit dan itu bukanlah rasa yang mengenakan, Oleh karenanya kamu tidak akan menyakiti orang lain dengan "judge" yang kamu lontarkan karena belum tentu itu benar. Ia pasti punya alasan atas sikapnya carilah bukti,pahami ia dan rangkul. Karena suatu hari jika kamu terjatuh dunia akan merangkul mu, sebab kebaikanmu dulu.
7. Kamu lebih memilih diam dari pertikaian tidak masuk akal.
Lelah? Ya, dewasa ini kita lelah dengan siklus, beda pendapat-bertikai-dan tak kunjung selesai. Jadi kita mulai mengurangi hal seperti itu karena membuang waktu dan menguras emosi. Karena Islam pu mengajarkan kita untuk menjauhi perdebatan sekalipun kita benar, dan gak tanggung-tanggung jaminannya adalah surga, masyaAllah.
Jika ada teman kita yang seperti itu maka sikapilah dengan memberitahunya dengan baik atau jika ia tetap mempertahankan argumennya tanpa mau mendengarkan perkataan kita,maka cukup dengan membalas "ya, kamu benar" lalu lupakan.
8. Kebahagiaanmu tidak tergantung pada orang lain, melainkan kamu bisa ciptakan sendiri.
Kamu mulai paham, bahwa kita di ciptakan sendiri, hidup mempertanggung jawabkan amal sendiri dan mati di alam kubur pun sendiri. Betapa lemah nya kita jika mengharapkan kebahagiaan datang melalui orang lain, padahal kita yang paling mengenal diri kita.
Hey dunia ini terlalu singkat jika bergantung kepada manusia. Islam pun telah menjelaskan bahwa bergantung kepada makhluk hanyalah menghasilkan kekecewaan. Ciptakanlah kebahagiaanmu sendiri dan gantungkanlah itu kepada pemilik semua makhluk, Allah SWT.
Itu dia indikator mental kita,
Jadi, apakah kamu sudah cukup dewasa?
Semoga Allah mengizinkan kita menjadi manusia dewasa yang memberikan banyak manfaat di bumi-Nya ini, aamiin
Salam, test_psikologi😄
Tanda Mental Dewasa pada manusia
🌾🌾🌾🌾🌾
Umur bukan lagi indikator dalam menilai kedewasaan mental seseorang. Banyak dari kita dengan umur yang cukup, namun masih terjebak dalam mental anak kecil.
Kamu bisa menilai tingkat kedewasaanmu dengan perpektif psikologi, let's ee it!
1. Kamu tidak lagi tertarik pada pembicaraan 'sederhana'.
Melihat umur kita yang sekarang, kayanya bukan lagi jamannya untuk membicarakan aib orang, memusingkan diri dalam perdebatan gak kunjung selesai, atau cuap-cuap ga berfaedah, mengingat dunia kita sekarang punya banyaakk persoalan yang harus di diskusikan oleh kita,iya kita para generasi muda, yang katanya pemegang arah bangsa. Jadi mulailah hidupkan diskusi-diskusi tentang palestina, kabar planet kita, masalah sosial di Indonesia, dan apa yang sedang direncanakan dunia. Jangan mau mata kita ditutup dengan penetrasi barat melalui film, musik, hiburan yang membuat kita berpikir bahwa dunia kita baik-baik saja. Hey ayo buka mata kita dan lihatlah, apa kabar dunia saat ini?
2. Kamu banyak memaafkan.
Yash, hanya orang-orang yang berhati besar x lebar = lempeng, yang mampu memaafkan saudaranya ketika salah. Kita semua pernah salah dan itu hal wajar, karena kita sedang belajar dan berkembang. So, common' buka hatimu untuk lebih banyak memaafkan, biarkan hati dan pikiran mu bebas karena tidak ada benci dan dendam yang tertanam didalamnya, ini tidak mudah tapi bukan berarti kamu tidak bisa, ayo jadikan bumi sedikit lebih layak huni, karena terisi orang-orang yang berhati besar, seperti kamu. Iya kamu.
3. Kamu lebih berpikir terbuka.
Kamu berpikir terbuka karena kamu tau bahwa dunia hanyalah permainan perspektif, maka milikilah banyak perspektif. Jika kamu mendapat suatu masalah negatif dan kamu memutuskan untuk melihatnya lewat perspektif positif, kamu hanya menyerap energi positifnya, yakinilah kamu akan menang. Kamu akan menjadi manusia yang paling bahagia di bumi.
4. Kamu tidak memaksakan cinta.
Karena kamu paham, bahwa cinta sebenarnya adalah melihat orang yang kita cintai bahagia, bukan memaksakan ia untuk mencintai diri kita, yang tentu tidak membuatnya nyaman dan bahagia.
Terbarkanlah cinta positif di muka bumi ini, karena saat ini bumi, kekuragan cinta.
5. Kamu menerima perasaan sakit hati.
Kamu mulai mengerti bahwa, kuat nya kamu sekarang adalah karena rasa sakit yang pernah datang, rasa sakit bukanlah hal yang buruk dan harus dihindari, karena ia adalah rasa yang membanggakan.
6. Kamu tidak mudah menjudge.
Saat dewasa kamu mulai paham bahwa dunia ini berisi sebab-akibat. Kamu pernah merasakan sakit dan itu bukanlah rasa yang mengenakan, Oleh karenanya kamu tidak akan menyakiti orang lain dengan "judge" yang kamu lontarkan karena belum tentu itu benar. Ia pasti punya alasan atas sikapnya carilah bukti,pahami ia dan rangkul. Karena suatu hari jika kamu terjatuh dunia akan merangkul mu, sebab kebaikanmu dulu.
7. Kamu lebih memilih diam dari pertikaian tidak masuk akal.
Lelah? Ya, dewasa ini kita lelah dengan siklus, beda pendapat-bertikai-dan tak kunjung selesai. Jadi kita mulai mengurangi hal seperti itu karena membuang waktu dan menguras emosi. Karena Islam pu mengajarkan kita untuk menjauhi perdebatan sekalipun kita benar, dan gak tanggung-tanggung jaminannya adalah surga, masyaAllah.
Jika ada teman kita yang seperti itu maka sikapilah dengan memberitahunya dengan baik atau jika ia tetap mempertahankan argumennya tanpa mau mendengarkan perkataan kita,maka cukup dengan membalas "ya, kamu benar" lalu lupakan.
8. Kebahagiaanmu tidak tergantung pada orang lain, melainkan kamu bisa ciptakan sendiri.
Kamu mulai paham, bahwa kita di ciptakan sendiri, hidup mempertanggung jawabkan amal sendiri dan mati di alam kubur pun sendiri. Betapa lemah nya kita jika mengharapkan kebahagiaan datang melalui orang lain, padahal kita yang paling mengenal diri kita.
Hey dunia ini terlalu singkat jika bergantung kepada manusia. Islam pun telah menjelaskan bahwa bergantung kepada makhluk hanyalah menghasilkan kekecewaan. Ciptakanlah kebahagiaanmu sendiri dan gantungkanlah itu kepada pemilik semua makhluk, Allah SWT.
Itu dia indikator mental kita,
Jadi, apakah kamu sudah cukup dewasa?
Semoga Allah mengizinkan kita menjadi manusia dewasa yang memberikan banyak manfaat di bumi-Nya ini, aamiin
Salam, test_psikologi😄

Masyallah, Artikel yang yang sangat bermanfaat
BalasHapus